Sabtu, 06 Juni 2009

puisi bebas

Parade Pentas

Malam dingin tak sedingin malam ini,
hati gundah,
mata tak kuasa kutahan untuk ditahan agar tak terpejamkan.
Sorak, tepuk tangan, serta teriakan-teriakan canda berseliweran kesana-kemari.
Tepatnya aku berada di depan puluhan peserta pelatihan.

Saat aku maju ke panggung
acara yang bisa dibilang cukup sederhana
tapi penuh canda yang mengerucut menjadi sebuah ejekan terdengar.
Pelorot, pelorot. Pentas terus berjalan,
tak kupedulikan canda ria
yang sebenarnya adalah para pencari hati.

Malam semakin larut,
kini kutak sanggup lagi memenjara mata yang ingin tidur.
Kuputuskan untuk kembali

Rasa kantuk membuat otakku tak lagi memperdulikan semua yang ada

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar